Sekdaprov Buka Forum BPKD dan Aset Daerah se Kaltim, Sinkronisasi Program Mudahkan Penyaluran Bankeu
Forum Perangkat
Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah se Kaltim 2021, di Hotel Gran
Senyiur Balikpapan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN- Sinkronisasi program
antara Pemprov Kaltim dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota dinilai hal mutlak
dibangun. Sehingga, ada sinergitas dalam pengelolaan dana bantuan keuangan dari
Provinsi ke Kabupaten dan Kota se Kaltim.
Adanya sinkronisasi ini ke depan usulan bantuan keuangan tersebut dapat terintegrasi dengan baik. Sinkronisasi dimaksud adalah, misalnya kabupaten dan kota punya program prioritas apa. Berapa mereka punya kemampuan dan berapa bisa provinsi membantu.
"Sehingga
dapat menuntaskan program prioritas kabupaten dan kota itu sendiri. Dengan
begitu memudahkan penyaluran bantuan keuangan (Bankeu) daerah ke kabupaten dan
kota," sebut Sekprov Kaltim HM Sa'bani mewakili Gubernur Kaltim Dr H Isran
Noor ketika membuka Forum Perangkat Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah se Kaltim 2021, di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (24/6/2021).
Menurut
Sa'bani, mengetahui apa saja program prioritas kabupaten dan kota, tentu dapat
membantu mencapai target RPJMD mereka. Termasuk, target RPJMD Provinsi Kaltim
juga dapat tercapai.
Bagi
Sa'bani, memang setiap daerah selalu merasa kekurangan. Termasuk, Pemprov
Kaltim juga memiliki kekurangan keuangan. Apalagi, oleh Pemerintah Pusat
transfer ke daerah juga relatif berkurang.
Makanya,
dibentuklah skala prioritas dalam penyelenggaraan penyusunan program
pembangunan. Artinya, apabila tidak ada prioritas, maka semua terasa tidak
tercapai.
"Kalau
ada prioritas, semua fokus. Maka, secara
bertahap akan tercapai dengan baik. Dengan demikian, kekurangan itu dapat
ditekan dengan menyusun skala prioritas pembangunan secara akurat,"
jelasnya.
Kepala
BPKAD Kaltim HM Sa'duddin mengatakan, melalui Forum Perangkat Daerah Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah se Kaltim 2021 dapat memberikan perbaikan
dalam pengelolaan bantuan keuangan provinsi ke kabupaten dan kota se Kaltim
untuk 2022.
"Sebagai
catatan tahun-tahun sebelumnya, maka pengelolaan bantuan keuangan harus
professional," jelasnya.
Kegiatan
tersebut menghadirkan narasumber Analisis Perencanaan Anggaran Daerah Dirjen
Bina Keuangan Daerah Kemendagri Rino Rio Kent dan TGUP3H Zairin Zain.
Hadir kesempatan
tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah
Kaltim M Kurniawan.(mar)